Sabtu, 28 Januari 2017

Daftar Nama Pembagian Kelompok dan Pedamping PKM GT-AI

 lkimpena.org,-Workshop Program Kreativitas Mahasiswa Gagasan Tertulis dan Artikel Ilmiah (PKM GT-AI) telah dilaksanakan pada hari Jumat, 27 Januari 2017 di Auditorium Al-Amien. Workshop ini akan ditindaklanjuti dengan adanya proses pembimbingan pembuatan dan pengiriman PKM GT-AI. Pembagian nama-nama kelompok dan pendamping workshop dapat  diunduh DISINI

Rabu, 18 Januari 2017

Kader LKIM-PENA Unismuh Makassar Ciptakan Kandang Bertenaga Surya


lkimpena.org,-Hasil penelitian berupa kandang peternakan ayam bertenaga surya berhasil dirampungkan oleh sejumlah mahasiswa yang merupakan kader Lembaga Kreativitas Ilmiah Mahasiswa Penelitian dan Penalaran (LKIM-PENA) Unismuh Makassar. Kamis, (19/1/17).

 Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah hal-hal dasar yang harus ada saat menjalani aktivitas akademik. Dasar dan tanggung jawab tersebut dilakukan secara terus-menerus dan dikembangkan secara beriringan (Zamhari, 2016). Penelitian termasuk salah satu Tri Dharma Perguruan tinggi yang telah dilakukan oleh sejumlah kader LKIM-PENA. Mereka adalah Hajra Yansa, Ince Rezky Naing, Widya Hastuti, dan Ahyudi. Meski dari jurusan yang berbeda, namun mereka mampu merampungkan penelitian ini tanpa kendala.

 Penelitian ini dimulai sejak Mei Tahun lalu. Temuan kandang ayam dibuat dalam bentuk miniatur yang dilengkapi panel surya dibagian atap. Panel ini mampu menampung cahaya dan diproses menjadi tenaga listrik. Di bagian dinding kanan dilengkapi lima tombol kontrol listrik. “Tombol ini adalah saklar yang mengontrol beberapa lampu yang digunakan untuk pencahayaan dalam kandang, “ ungkap Hajra Yansa. Selain itu, dinding dan lantai kandang tersebut menggunakan jarring pilamen, dan seluruh atapnya menggunakan kayu. Sementara dibagian kolong dilengkapi alat penampung kotoran ayam. 

Ahyudi, salah satu tim peneliti menyebutkan bahwa dengan alat ini, kotoran ayam tidak jatuh ke tanah dan mudah dibersihkan. “Dengan alat ini kita lebih mudah membersihkan karena alatnya tinggal ditarik keluar, kemudian langsung dibersihkan,” kata Ahyudi. Ince juga mengungkapkan bahwa menggunakan atap kayu akan menjaga kandang tetap stabil meski dalam kondisi cuaca yang tidak menentu. Adanya jaring ruang akan lebih baik, karena memiliki sirkulasi udara yang baik. Sehingga tidak membuat ruangan pengap dan ternak menjadi stres. Namun sebagai antisipasi cuaca, kandang ini pun dilengkapi dengan tirai yang dapat dibuka tutup.

 Menggunakan konsep kandang seperti ini, peternak bisa lebih hemat karena tidak harus lagi membayar tagihan listrik setiap bulan. Selain itu, dengan menggunakan panel surya, diyakini akan memudahkan pertumbuhan ayam. Khususnya saat usi ayam 0-14 hari. Dalam usia itu, ruangan diakui harus stabil, khusunya lampu harus menyala nonstop. Serta dengan tenaga surya, pencahayaan lebih stabil karena hanya menggunakan sinar matahari. Setelah beberapa jam terkena panas, alat ini sudah bisa menampung listrik hingga dua hari.

 “Zaman terus berkembang, tantangan semakin besar. Jawab tantangan lewat peneltian. Pemuda harus memaknai itu, maka menelitilah dan teruslah meneliti agar mampu menjadi solusi bukan masalah. Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Iklhas, dan Sukses,” ujar Widya.

Selasa, 17 Januari 2017

2 Kader LKIM-PENA Unismuh Makassar Ikut International Symposium on Social Sciences and Management di Negeri Matahari Terbit



lkimpena.org,-Universitas Muhammadiyah Makassar kembali mendapatkan kepercayaan berkiprah di tingkat internasional dengan mengirim dua mahasiswanya dalam acara International Symposium on Social Sciences and Management (ISSSM) 19-21 Januari 2017 di Hokkaido Japan. Selasa, (17/1/2017).


 Konferensi berasal dari kata conference yang berarti rapat atau pertemuan untuk berunding atau bertukar pendapat mengenai suatu masalah yang dihadapi bersama, permusyawaratan (Jefkins, 2002). International Symposium on Social Sciences and Management (ISSM) merupakan program internasional yang dapat mengembangkan budaya riset dan ide-ide baru bagi indonesia. Konferensi ini mempertemukan para ahli akademisi, praktisi dan pemerintah untuk kembali membicarakan berbagai hasil riset dan mendiskusikan kemajuan-kemajuan dalam dunia riset. ISSM diadakan oleh forum tahunan yang diselenggarakan oleh Higher Education Forum (HEF).

 Kedua kader LKIM-PENA, Silfa Nugrawati dan Goestina akan mempresentasikan hasil riset mengenai The Correlation Between Self-Awareness and Students Learning Style (A Descriptive Study at English Department Muhammadiyah University of Makassar). Riset ini berdasarkan pada permasalahan dalam dunia pendidikan, khusunya pada kualitas dari pendidik itu sendiri. Analisis mereka, dosen hanya fokus pada skill mahasiswa namun lupa akan tugas dan fungsinya untuk mengetahui seperti apa tingkat kesadaran (Self-Awareness) dan gaya belajar siswa (Students Learning Style).

 Sebagai delegasi Universitas Muhammadiyah Makassar, mereka mempersiapkan diri sebaik-baiknya sebelum menjadi presenter. Secara tidak langsung, mereka dapat berperan sebagai penyebar informasi dan promosi mengenai kualitas mahasiswa Unismuh sehingga dalam jangka panjang dapat meningkatkan tali silaturahmi dengan universitas-universitas di Jepang. Hal ini tentu saja sangat bermanfaat bagi pencapaian suatu tujuan sebagai universitas riset kelas dunia.

 Silfa Nugrawati, salah satu delegasi ISSSM ini mengungkapkan bahwa pencapaian ini bukanlah hal yang mudah, setelah melewati ikhtiar panjang akhirnya ia mampu diundang sebagai delegasi konferensi di Jepang. Sampai sekarang pun ia tidak percaya jika ia akan menginjakkan kaki di Jepang setelah gagal menjadi presenter di Australia pada tahun 2016 dan 2017 lah jawaban dari ikhtiar panjangnya.

 “Selalu melangitkan mimpi namun hati harus tetap membumi” ujarnya lagi.

Rabu, 11 Januari 2017

Upgrading Pengurus LKIM-PENA Periode 2016-2017

lkimpena.org-, Banyak jalan untuk menyatukan maupun mempererat hubungan antara sesama pengurus dalam suatu organisasi mahasiswa disebuah institusi tinggi, salah satunya adalah upgrading yang telah dilakukan oleh pengurus Lembaga Kreativitas Ilmiah Mahasiswa Penelitian dan Penalaran (LKIM-PENA) Unismuh Makassar Periode 2016-2017. Upgrading ini dilaksanakan di gedung Iqra B Lantai 4, ahad (08/01/2017).

 Peserta upgrading adalah pengurus LKIM-PENA Periode 2016-2017. Para peserta dalam hal ini pengurus sangat antusias selama materi berlangsung dan aktif dalam sesi tanya jawab. Beberapa anggota himpunan juga turut meramaikan kegiatan ini, diantaranya adalah pengurus HMJ, UKM, Pikom IMM se-Universitas Muhamadiyah Makassar, serta dihadiri pula oleh salah satu Pembina LKIM-PENA yang sekaligus membuka acara secara resmi.

 Upgrading merupakan kegiatan rutin setiap tahun pergantian pengurus baru yang biasanya dilaksanakan di awal kepengurusan. Adapun tema yang diusung adalah “Militansi dalam Kepengurusan Menuju Lembaga yang Visioner”. Kegiatan ini dilaksanakan mulai pukul 09:00 WITA sampai selesai. Para pengurus dibekali beberapa materi, yaitu materi kepemimpinan, materi analisis SWOT, teknik lobi dan negosiasi, serta kesekretariatan.

Melalui kegiatan upgrading Pengurus LKIM-PENA Periode 2016-2017 yang baru saja resmi dilantik bulan lalu diharapkan mampu mengemban amanah. “Amanah adalah titipan. Bersungguh-sungguhlah dalam menjalankan amanah, serta hadirkan keikhlasan dalam menjalankan amanah”. Ujar Kakanda Akbar, SP.

Kamis, 08 Desember 2016

2 Tim kader LKIM-PENA Siap Bertarung di Kampus Merah Universitas Hasanuddin


lkimpena.org,- Lembaga Kreativitas Ilmiah Mahasiswa Penelitian dan Penalaran (LKIM-PENA) Universitas Muhammadiyah Makassar beberapa kadernya kembali menorehkan prestasinya di kancah Nasional dengan meloloskan dua tim dalam ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah Kemaritiman Nasional 2016 yang diadakan oleh Rektorat Universitas Hasanuddin Makassar. Kamis (12/12/2016)

Unit Kegiatan Mahasiswa yang bergelut dalam bidang penulisan dan penelitian tersebut mengutus kadernya dalam ajang Lomba KaryaTulis Ilmiah di Universitas Hasanuddin Makassar. Dari 15tim bidang kajian wilayah pesisir yang lolos seleksi full paper, LKIM-PENA mengutus dua tim yang nanti tim tersebut akan mempresentasikan karyanya di depan dewan juri pada tanggal 09 Desember 2016 di kampus Universitas Hasanuddin Makassar. Dua tim yang lolos tersebut mereka adalah  Uswatuh Hasanah (FKIP/ Teknologi Pendidikan), Ita Purnamasari Rahman (FKIP/ Pendidikan Biologi), Hasriati (FISIPOL/Ilmu Administrasi Negara) dan tim lainnya Yulianti (FKIP/Pendidikan Bahasa dan Sastra Inggris), Rahmayani Aksa (FKIP/Pendidikan Bahasa Inggris) dan Riska Aulia Sartika (FKIP/Pendidikan Bahasa Inggris).

Kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang diselengarakan ketiga kali sejak tahun 2012, dan kembali dilaksanakan untuk yang keempat kalinya pada tahun 2016 ini dengan tema: “Membangun Potensi Benua Maritim Indonesia”. Kegiatan ini bertujuan untuk memunculkan kreativitas mahasiswa melalui karya tulis ilmiah yang dapat memberikan nilai dan manfaat untuk peningkatan kesejahteraan pesisir dan merupakan salah satu pembinaan idealisme serta menanamkan dan membina kepedulian mahasiswa terhadap pengembangan ilmu dan teknologi kemaritiman serta kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Ini adalah sebuah kebanggan dan amanah bagi kami dalam mengharumkan almamater tercinta, terimakasih banyak kami ucapkan kepada kedua orang tua dan teman-teman pengurus LKIM-PENA yang senantiasa membimbing, mengarahkan serta mendo’akan kami, yang terbaik untuk kami”. Ujar Uswatun Hasanah (selaku peserta pada ajang tersebut).

Milad ke-11 LKIM-PENA Siap Mempersembahkan Karya Nyata



lkimpena.org., Dalam rangka perayaan Perayaan Milad ke 11 Lembaga Kreativitas Ilmiah Mahasiswa Penelitian dan Penalaran (LKIM-PENA) Universitas Muhammadiyah Makassar tanggal 10 Desember 2016, pengurus persembahkan karya nyata dari setiap bidang sebagai wujud kontribusi bagi kampus dan negara Indonesia. Kamis (08/12/2016)

Sabtu 10 Desember 2016 merupakan hari terpenting bagi seluruh keluarga besar LKIM-PENA. Pasalnya, hari tersebut merupakan hari lahirnya Unit Kegiatan Mahasiswa yang telah lama berdiri selama 11 tahun di kampus Universitas Muhammadiyah Makassar.

Milad ke-11 LKIM-PENA tahun ini mengangkat tema "Karya Nyata dalam Satu Kesatuan" yang akan dilaksanakan pada tanggal 10 Desember 2016 bertempat di Auditorium Al-Amin Universitas Muhammadiyah Makassar. Kegiatan tersebut nantinya akan dirangkaikan dengan berbagai macam item kegiatan seperti Dialog Kepengurusan LKIM-PENA, Launching Karya Nyata, dan hiburan lainnya.

Tekhusus pada launching karya nyata, acara ini merupakan persembahan karya nyata dari setiap bidang di LKIM-PENA yakni Bidang Penelitian dan Penalaran, Bidang Pendidikan dan Pelatihan, Bidang Pengembangan Kreativitas dan Bidang Kewirausahaan dan Jaringan. Persembahan karya nyata ini sebagai wujud persembahan atas kerja-kerja dari pengurus LKIM-PENA dalam satu periode ini.

"Harapan saya pada Milad ke-11 ini, LKIM-PENA semakin jaya, semakin melahirkan karya-karya inovatif, dan semakin menjadi lembaga yang memberi kontribusi besar dan nyata bagi kampus tercinta" Ujar Darwis (Ketua Umum LKIM-PENA periode 2015-2016)


Minggu, 04 Desember 2016

CREATIVE DAY: MENGUBAH PARADIGMA BERFIKIR


lkimpena.org- Lembaga Kreativitas Ilmiah Mahasiswa Penelitian dan Penalaran (LKIM-PENA) Universitas Muhammadiyah Makassar melaksanakan pelatihan pengolahan barang bekas. Kegiatan ini dilaksanakan di sekretariat LKIM-PENA Jl. Mallengkeri 1 Perumahan Griya Adenium Blok C No. 8, (3/12/2016).

Kegiatan ini diberi nama “Creative Day” yang merupakan salah satu program kerja bidang pengembangan kreativitas pengurus LKIM-PENA periode 2015/2016. Dr. Fatmawati M.Si bertindak sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut. Beliau adalah salah satu dosen di Universitas Muhammadiyah Makassar sekaligus direktur Bank Sampah Sindir Kota Makassar. Sebagai pertemuan awal ini ibu Fatmawati memaparkan materi tentang pentingnya pengolahan sampah. Menurut Ibu Fatmawati, sampah merupakan salah satu permasalahan lingkungan terbesar bagi Indonesia terkhusus bagi masyarakat Kota Makassar. Adapun permasalahan yang ditimbulkan oleh sampah yaitu timbuanan sampah  semkin besar dan paradigma pengolahan sampah yang tidak sesuai. Selama ini masyarakat hanya memandang sampah sebagai barang buangan tak bernilai namun pada kenyataannya sampah adalah sebuah berkah bagi mereka yang mampu mengolah sampah tersebut menjadi barang yang kreatif bernilai ekonomis. Mengingat Kota Makassar adalah salah satu Kota dengan kuantitas penduduknya yang sangat besar memungkinkan produksi sampah akan besar pula. Sebuah penelitian menyatakan bahwa setiap manusia menghasilkan 0,50 - 1  kg sampah perhari yakni sekitar  17% sampah plastik. Kota makassar dapat menghasilkan sampah lebih dari 500 ton perhari (DKP, 2015) dan diperkirakan tahun 2020 adalah batas penampungan sampah Kota Makassar bisa digunakan.

Pengolahan sampah menjadi salah satu cara dalam mencegah kerusakan lingkungan. Mengingat sampah-sampah yang memiliki jangka waktu lama untuk terurai berpotensi dalam merusak lingkungan namun ironisnya produksi sampah anorganik, misalnya plastik oleh manusia sangat besar. Olehnya itu diperlukan kesadaran yang tinggi untuk mengubah kebiasan buruk dalam hal membuang sampah di setiap tempat tanpa pernah berfikir dampak dari perbuatan tersebut. 

Darwis, selaku Ketua Umum LKIM-PENA mengungkapkan bahwa pada dasarnya kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kreativitas mahasiswa terkhusus pengurus LKIM-PENA. Kreativitas yang dimaksud adalah mengolah barang bekas menjadi barang-barang kreatif, bernilai sosial dan ekonomis. Selain pengembangan kreativitas, tujuan yang paling utama dalam kegiatan ini adalah memberikan kesadaran kepada mahasiswa untuk senantiasa berfikir kreatif, cerdas dan solutif terhadap permasalahan lingkungan sekitar. Mahasiswa sebagai agent of change (agen perubahan) sudah seyogyanya untuk senantiasa ikut andil dalam menyikapi setiap permasalahan yang ada, melakukan kegiatan-kegiatan positif yang mengarah pada sebuah perubahan.

Selama kegiatan berlangsung, pemateri sangat komunikatif dalam menyampaikan materinya sehingga peserta merasa enjoy untuk mendengarkan setiap penjelasan yang disampaikan. Kegiatan creative day ini diwarnai dengan antusias peserta mengajukan pertanyaan mengenai pengolahan sampah itu sendiri. Hingga dipenghujung acara masih ada beberapa orang yang ingin mengajukan pertanyaan namun adzan magrib telah berkumandang sehingga pertemuan tersebut diakhir tepat Pukul 18: 00 Wita.