Sabtu, 25 Juli 2015

USAHA KREATIF BERBASIS BUDAYA LOKAL REPLIKA LOPI SANDEQ BERBAHAN DASAR LIMBAH KAYU SEBAGAI SOUVENIR KHAS SULAWESI BARAT

USAHA KREATIF BERBASIS BUDAYA LOKAL REPLIKA LOPI SANDEQ BERBAHAN DASAR
 LIMBAH KAYU SEBAGAI SOUVENIR KHAS SULAWESI BARAT

Taslim
Universitas Muhammadiyah Makassar

RINGKASAN

Keragaman budaya atau “cultural diversity” adalah keniscayaan yang ada di bumi Indonesia. Keragaman budaya di Indonesia adalah sesuatu yang tidak dapat dipungkiri keberadaannya. Dalam konteks pemahaman masyarakat majemuk, selain kebudayaan kelompok suku bangsa, masyarakat Indonesia juga terdiri dari berbagai kebudayaan daerah bersifat kewilayahan yang merupakan pertemuan dari berbagai kebudayaan kelompok suku bangsa yang ada di daerah tersebut. Dalam pendataan penduduk oleh Kementerian Dalam Negeri, jumlah penduduk Indonesia (kompas.com) terhitung 31 Desember 2010 mencapai 259.940.857 juta orang di mana mereka tinggal tersebar di berbagai pulau yang terdapat di Indonesia. Mereka juga mendiami wilayah dengan kondisi geografis yang bervariasi. Mulai dari pegunungan, tepian hutan, pesisir, dataran rendah, pedesaan, hingga perkotaan.



Lopi Sandeq yang merupakan suatu kebudayaan khas di Tanah Mandar (Sulawesi Barat) seharusnya mampu menjadi identitas suatu daerah dalam memperkenalkan budaya atau daerah itu sendiri, Olehnya sebagai mahasiswa dapat melihat petensi bisnis yang memalui kebudayaan Lopi Sandeq yaitu bisnis souvenir dengan memanfaatkan limbah kayu sisa dari pertukangan menjadi sebuah produk yang menarik. Maka dari muncul sebuah ide yaitu “Usaha Kreatif Berbasis Budaya Lokal Replika Lopi Sandeq Berbahan Dasar Limbah Kayu sebagai Souvenir Khas Sulawesi Barat”

Tujuan dari program ini adalah diharapkan dalam usaha ini yaitu terciptanya sebuah produk “Souvenir Lopi Sandeq” yang merupakan bentuk apresiasi budaya lokal dalam berwirausaha sekaligus menjadi produk khas suatu daerah yaitu Sulawesi Barat, dimana merupakan tempat lahirnya dan berkembangnya kebudayaan lopi sandeq. Adapun metode yang digunakan dalam memcapai tujuan diatas yaitu terbagi atas 4 tahap, yang pertama pemantapan rencana usaha, tahap kedua Pengadaan alat dan bahan, selajutnya pada tahap pembuatan souvenir Lopi Sandeq, dan tahap akhir yaitu proses pemasaran produk ke konsumen.

Kata kunci: Budaya Lokal, Lopi Sandeq, Souvenir.

PIMNAS (Pondok Cinta Menenun Kain Sutera): Upaya Melestarikan Budaya dan Tenun Indonesia bagi Remaja di Sempange Kabupaten Wajo

PIMNAS (Pondok Cinta Menenun Kain Sutera): Upaya Melestarikan Budaya dan Tenun Indonesia bagi Remaja di Sempange Kabupaten Wajo (Indo Upe A., Rita Eka Reski Muliani R., Marlina Hs ) 
Universitas Muhammadiyah Makassar

RINGKASAN

Tenun merupakan heritage (warisan budaya) Indonesia. Tenun Indonesia sangat beragam. Dari Sabang sampai Marauke coraknya pun juga bermacam-macam. Salah satunya adalah kain tenun sutra khas Sulawesi Selatan atau yang biasa disebut dengan Lipa' Sa'be. Bagi suku Bugis, tepatnya di Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan, menenun sutera bukan semata pencaharian, melainkan
juga cara mereka berkomunikasi dengan para leluhur.. Seiring perkembangan zaman, kain sutera pun banyak digunakan oleh kalangan ibu-ibu yang akan pergi ke pesta dan banyak diproduksi sebagai cinderamata. Akan tetapi, hal ini justru bertolak belakang dengan kebiasaan remaja sekarang ini yang lebih bangga menggunakan produk asing.

Bahkan yang lebih ironisnya adalah banyak remaja yang lebih cinta dengan budaya asing yang dianggap budaya modernisasi. Hal itu pun terbukti dengan pola keseharian remaja yang mengikuti dan meniru trend asing terus-menerus, misalnya pop Korea yang sedang menjadi kiblat para remaja kini. Mereka merubah penampilan (model rambut, model pakaian), gaya hidup, dan lebih mudah menerima budaya bangsa lain dibanding melestarikan budaya sendiri. Beranjak dari fakta yang memprihatinkan di atas, maka diperlukan sebuah perhatian dari pihak-pihak yang terkait dan wadah untuk menumbuhkan kecintaan remaja pada budaya lokal. Salah satunya adalah pengadaan PIMNAS (Pondok Cinta Menenun Kain Sutera). Dengan demikian tenun Indonesia khususnya kain sutera dapat eksis di kalangan remaja khususnya di Sempange Desa Pakkanna Kecamatan Pitumpanua Kabupaten Wajo.

Rumusan masalah dalam PKM M ini adalah Masih banyak remaja yang lebih bangga mengikuti dan meniru trend asing bahkan lebih mudah mempelajari budaya asing dibandingkan melestarikan budaya sendiri. Sedangkan luaran yang diharapkan yaitu berupa tersedianya tempat belajar menenun kain sutera bagi remaja sehinnga termotivasi dan cinta melestarikan budaya dan tenun Indonesia. Sehingga program ini sangat bermanfaat bagi remaja sendiri, mayarakat dan pemerintah dalam melestarikan warisan budaya.

Gambaran umum mengenai masyarakat sasaran yaitu Sebagian besar rumah tangga di wilayah ini bekerja sebagai penenun sutera.potensi ini sangat disayangkan jika tidak diwariskan dan diperkenalkan pada kalangan remaja di desa tersebut. Melihat keadaan remaja sekarang ini, mayoritas remaja lebih memilih membuang waktu percuma di hadapan komputer hanya untuk chatting, atau facebook-an.

Kata kunci: PIMNAS (Pondok Cinta Menenun Kain Sutera), Tenun Indonesia, Sempange Kabupaten Wajo

Rancang Bangun Desain Rumah Bambu Sistem Fabrikasi Sebagai Solusi Pembangunan Rumah Pasca Bencana Alam Di Indonesia Dalam Menghadapi Asean Economic Community

RINGKASAN

Abd Mukhlis Zaiful, dkk. Rancang Bangun Desain Rumah Bambu Sistem Fabrikasi Sebagai Solusi Pembangunan Rumah Pasca Bencana Alam Di Indonesia Dalam Menghadapi Asean Economic Community. Unismuh Makassar. 2015

Kegiatan penanggulangan bencana alam di Indonesia selama ini terkesan hanya difokuskan pada kegiatan tahap tanggap darurat saja. Artinya hanya bertindak setelah bencana terjadi, sementara selama bencana belum terjadi praktis pemerintah cenderung tidak melakukan hal-hal yang signifikan.
Hal ini dapat dilihat dari pemberian bantuan pembangunan rumah bagi korban bencana alam, rumah ini terbuat dari kayu yang secara otomatis diambil dari hutan kayu yang ada di Indonesia. Berdasarkan keadaan ini maka penulis mendesain rumah yang menggunakan produk lokal dalam hal ini bambu. Desain rumah yang akan dibuat dalam karya ilmiah ini adalah rumah fabrikasi. Keunggulan dari rumah fabrikasi yang didesain yaitu konstruksi pembangunannya cepat, karena menggunakan modul hasil fabrikasi industri (pabrik) yaitu baja ringan dan memanfaatkan bambu sebagai pelengkap elemen-elemen rumah.

Desain rumah fabrikasi yang menggunakan baja ringan dalam penyusunan rangkanya dan dikombinasikan dengan bambu sebagai pelengkap elemen-elemen rumah. Dalam karya tulis ini akan di bahas keunggulan-keunggulan rumah bambu fabrikasi dalam pembangunan rumah pasca bencana alam. Untuk menghasilkan sebuah desain rumah bambu fabrikasi yang mengkombinasikan baja ringan dan tanaman rakyat Indonesia yang potensial yaitu bambu, desain ini dapat diterapkan sebagai model pembangunan rumah bantuan pasca bencana alam..

Komponen-komponen utama rumah bambu fabrikasi, seperti tiang-tiang utama, rangka atap dan reng serta modul pemasangan dapat dipesan melalui industri (pabrik) dan sebagian dapat pula dipasang oleh pabrik (off site). Dengan demikian, beberapa manfaat dapat diperoleh jika dibandingkan dengan pembangunan rumah bantuan bencana alam yang selama ini terbuat dari kayu, seperti waktu konstruksi yang cepat karena modul desain telah ada dan pekerja dilapangan tinggal memasang sesuai petunjuk di modul, lingkungan pembangunan yang lebih bersih dan ramah lingkungan.

Kata kunci: Rumah Pabrikasi, Pasca Bencana,  Masyarakat

Penerapan Model Pembelajaran SAVI (Somatic Auditory Visualization Intelectually) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Sosiologi Siswa Kelas VIII Pada Pokok Bahasan Penyimpangan Sosial (Tawuran Antar Pelajar) MTS Muhammadiyah Tallo.

RINGKASAN

Sulaeha dkk. 2014. Penerapan Model Pembelajaran SAVI (Somatic Auditory Visualization Intelectually) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Sosiologi Siswa Kelas VIII Pada Pokok Bahasan Penyimpangan Sosial (Tawuran Antar Pelajar) MTS Muhammadiyah Tallo.

Berdasarkan observasi dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti di Mts. Muhammadiyah Tallo, menunjukkan data bahwa Sosiologi merupakan Mata Pelajaran yang sulit dipahami oleh siswa, ini terbukti dengan rendahnya nilai rata-rata pada pokok bahasan tertentu. Masalah ini terjadi karena guru menggunakan model mengajar yang tidak sesuai dengan materi pelajaran dan biasanya guru hanya mengajar materi yang diajarkan sehingga siswa sulit untuk memahami/menguasai konsep materi pelajaran. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan agar kemampuan pemahaman siswa dalam pembelajaran sosiologi meningkat adalah model pembelajaran SAVI. Tujuannya adalah untuk meningkatkankan hasil belajar sosiologi Siswa Kelas VIII Pada Pokok Bahasan Penyimpangan Sosial (Tawuran Antar Pelajar) Mts. Muhammadiyah Tallo. dengan Menerapkan Model Pembelajaran SAVI (Somatic Auditory Visualization Intelectually). Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang dibagi dalam dua siklus yang meliputi tahapan-tahapan pelaksanaan: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi dan evaluasi, (4) refleksi. Objek penelitian ini Mts. Muhammadiyah Tallo dan objek penelitian adalah siswa Kelas VIII. Dengan biaya yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak Rp. 7.500.000 dengan jadwal kegiatan 3 bulan.

Kata kunci: Somatic, Auditory, Visualization, Intelectually, hasil belajar.

PENGGUNAAN CAMPURAN BIODIESEL DARI KELAPA SAWIT DAN SOLAR TERHADAP PEMAKAIAN BAHAN BAKAR DAN KANDUNGAN GAS NITROGEN OKSIDA (NOX) PADA MOTOR DIESEL EMPAT LANGKAH

PENGGUNAAN CAMPURAN BIODIESEL DARI KELAPA SAWIT DAN SOLAR TERHADAP PEMAKAIAN BAHAN BAKAR DAN KANDUNGAN GAS NITROGEN OKSIDA (NOX) PADA MOTOR DIESEL EMPAT LANGKAH

Ardiansah, Masruri Hamid, dan Dodi Setiawan Jurusan Pend.Fisika Universitas Muhammadiyah Makassar

ABSTRAK

Seiring meningkatnya secara pesat pembangunan pada segala bidang mengakibatkan pula meningkatnya kebutuhan akan energi. Sektor transportasi merupakan konsumen Bahan Bakar Minyak (BBM) terbesar akibat dari terjadinya lonjakan penggunaan kendaraan bermotor, sehingga pemakaian bahan bakarpun bertambah.
Namun, sumber energi fosil sebagai sumber utama bahan bakar semakin terbatas dan disertai beberapa efek negatif seperti pencemaran udara. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisasikan penggunaan dari bahan bakar adalah dengan menggunakan Biodiesel sebagai bahan campuran solar yang dikenal dengan Biosolar. Dimana Biodiesel yang digunakan dihasilkan dari Kelapa Sawit. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan perbedaan penggunaan Biodiesel tersebut terhadap pemakaian bahan bakar dan emisi gas buang kendaraan. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dan kendaraan yang digunakan adalah Mitsubishi L-300. Selanjutnya Biodiesel tersebut akan dicampurkan dengan solar dengan beberapa variasi pencampuran. Kemudian dilakukan pengukuran pemakaian bahan bakar dan kandungan gas Nitrogen Oksida (NOx) pada putaran 750 rpm, 1500 rpm, dan 2500 rpm. Dimana pengukuran dilakukan sebanyak tiga kali pengulangan.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan campuran biodiesel dari Kelapa Sawit dan solar menimbulkan perbedaan pada pemakaian bahan bakar pada dan emisi gas NOx. Tingkat pemakaian bahan bakar yang menggunakan Biosolar dari Biodiesel Kelapa Sawit lebih hemat. Namun pada kandungan gas Nitrogen Oksida (NOx) yang dihasilkan cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan penggunaan solar murni. Berdasarkan uji statistik ( uji t) diketahui tidak terdapat perbedaan yang signifikan dari penggunaan Biosolar dibandingkan dengan solar murni. Pada variasi Biosolar B10 selisih hemat bahan bakar dan rendah emisi gas lebih sedikit dibandingkan dengan variasi lainnya yaitu 0,003623 kg/h dan 1 ppm, sedangkan pada variasi B20 selisih hemat bahan bakar dan emisi gas NOx adalah 0,821204 kg/h dan 1,77 ppm dan pada variasi B35 selisih hemat bahan bakar dan emisi gas NOx adalah 0,38351 kg/h dan 6,33 ppm.

Key word: Biodiesel, Kelapa Sawit, Solar, Pemakaian Bahan Bakar, NOX

Konsep Metro Green Condition Sebagai Transformasi Tata Ruang Kota Yang Berkelanjutan Di Indonesia

ABSTRAK

Muhammad Faris Fajri, Mutmainnah, Susi Susanti. 2014 “Konsep Metro Green Condition Sebagai Transformasi Tata Ruang Kota Yang Berkelanjutan Di Indonesia”.

Degradasi kondisi lingkungan merupakan masalah besar yang terjadi di Indonesia saat ini . Pencemaran air, udara dan tanah tidak terelakkan lagi seiring dengan perkembangan dan pembangunan yang dilakukan di seantero nusantara terutama di perkotaan. Urbanisasi adalah hal yang terjadi hampir di sebagian besar kota-kota yang ada di negeri ini. Penyebabnya antara lain tidak seimbangnya pembangunan antara desa dan kota. Hal ini juga diiringi dengan pertumbuhan penduduk kota yang kian pesat yang tentunya berdampak negatif terhadap interaksi sosial di perkotaan. Menyikapi permasalahan tersebut, maka berbagai usaha telah dilakukan oleh berbagai pihak terkait. Namun usaha-usaha tersebut belum cukup mampu memberi dampak positif yang signifikan. Di titik inilah pemikiran alternatif coba kami tawarkan, yaitu Konsep Metro Green Condition Sebagai Transformasi Tata Ruang Kota Yang Berkelanjutan Di Indonesia. Konsep ini sangat berbeda dari berbagai corak pemikiran sebelumnya dikarenakan menggunakan penekanan pendekatan Ideologis sebagai basic untuk mengatasi masalah perkotaan. Berbeda dengan pendekatan sebelumnya yang lebih bernuansa lingkungan atau sosial semata. Adapun langkah penerapan dari konsep tersebut meliputi: 1. Menghilangkan asas Kapitalisme Industri dalam kebijakan tata ruang kota, 2. Menciptakan lebih banyak Green Teritorial pada setiap area dan bangunan di perkotaan, 3. Penggunaan Transportation Timing System sebagai pengendali lalu lintas dan aktivitas masyarakat kota, 4. Penerapan Integrated Social Development System sebagai konsep dasar pembangunan kota berbasis kepentingan masyarakat. Selain itu diperlukan kesadaran pemikiran yang lebih mendalam akan bahaya dari Kapitalisme Industri baik dari masyarakat kota maupun dari pemerintah setempat.

Key word: Metro Green Condition, Tata Ruang Kota, Pembangunan Berkelanjutan

Smart Eggs Incubator; Penetas Telur Super Cerdas; Pendeteksi Telur Siap Tetas Kwalitas Super

RINGKASAN

Kherul Ardi, dkk.2014. Smart Eggs Incubator; Penetas Telur Super Cerdas; Pendeteksi Telur Siap Tetas Kwalitas Super. Universitas Muhammadiyah Makassar

Masyarakat pedesaan adalah masyarakat yang memiliki pengetahuan kurang terhadap perkembangan yang sedang dihadapi oleh dunia saat ini, baik dalam hal pendidikan, pertanian dan teknologi. Masyarakat Indonesia yang diidentik dengan masyarakat yang masih bergantung dengan hasil pertanian, namun dengan kurangnya pengetahuan dalam pertanian inilah yang menjadi kendala dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kondisi masyarakat Timbuseng kabupaten Takalar merupakan daerah yang yang memiliki kondisi tanah kurang subur untuk daerah pertanian dan kurangnya pasokan air untuk pertanian. Kondisi daerah yang sangat tidak baik dan dengan keberadaan masyarakat yang bersikap acuh tak acuh terhadap masalah yang dihadapi menjadikan masyarakat sekitar tidak memiliki pencaharian yang tetap. Yang berdampak terhadap tingkat perekonomian masyarakat yang juga tidak sejahtera dan jauh dari kata masyarakat modern. Disamping itu, masyarakat yang hanya mengembangbiakkkan ayam kampung dengan cara tradisional tidak dapat memenuhi kebutuhan perekonomian karena hasilnya yang masih sedikit dan produksi ayam yang minim.

Melalui metode sosialisasi yang dilakukan kepada masyarakat agar dapat dimengerti secara baik. Sehingga nantinya menjadikan masyarakat Timbuseng Kabupaten Takalar yang merupakan masyarakat tertinggal akan menjadi masyarakat yang terkemuka. Dengan menjadikan Timbuseng sebagai penghasil ayam kampong yang mampu memenuhi pasokan untuk daerah sulawesi selatan, melalui pengadaan pelatihan alat penetas telur pada masyarakat. Melalui pembelajaran dan pelatihan dengan pemberdayaan pembuatan alat penentas telur ayam kampung ini akan menjadikan masyarakat Timbuseng sebagai masyarakat yang menuju masyarakat modern dengan memanfaatkan keadaan sekitar. Dengan menggunakan penetas telur ini, dapat meningkatkan produksi ayam, karena mampu melihat ayam yang berpotensi untuk dikembangkan dan mampu menetaskan telur dengan presentase keberhasilan menetas lebih tinggi jika dierami oleh induk ayam.

Kata kunci: Smart Eggs Incubator , Telur dan  Kwalitas Super