Minggu, 18 Februari 2018

Saringgan: Inovasi Teknologi Sederhana telah Mengantarkan 1 Tim Kader LKIM-PENA Berlaga di Tanah Jambi


lkimpena.org,- Lembaga Kreativitas Ilmiah Mahasiswa Penelitian dan Penalaran (LKIM-PENA) Universitas Muhammadiyah Makassar kembali meloloskan kadernya dan mewakili institusinya dalam ajang LKTIN UNJA EXPO di Universitas Negeri Jambi. Ahad, (18/02/2018)

UNJA EXPO yang bertemakan “Membangun Potensi Daerah menuju Indonesia 2045” merupakan suatu kegiatan yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Jambi. Kegiatan ini memiliki cabang lomba, lomba karya tulis ilmiah merupakan salah satunya.

Beranjak dari sebuah permasalahan limbah cair yang tidak banyak menyoroti perhatian masyarakat dan pemerintah serta kurangnya penyuplaian air bersih di beberapa kawasan masyarakat perifer, Ade Lin Osti yang kerap disapa Adel (Pendidikan Fisika/FKIP) beserta dengan kedua rekannya, Neni Idnrawati (Pendidikan Fisikan/FKIP) dan Dian Astuti (Pendidikan Bahasa Inggris/FKIP) tergerak untuk memberikan solusi dalam karya tulisya “Saringgan sebagai Alat Alternatif Pengelolaan Limbah Cair untuk Memenuhi Kebutuhan Primer Masyarakat Perifer Menuju Indoesia Sehat”. Bersama dengan Saringgannya tersebut, tim ini berhasil lolos sebagai finalis dan mempresetasikan karyanya pada ajang LKTIN UNJA EXPO di Universitas Negeri Jambi pada 17 Februari 2018 lalu.

“Untuk teman-teman, semangat berkarya. Ada pegalaman yang sangat luar biasa sedang menunggu kalian. Waktu dan kesempatan tidak terulang dua kali, maka cari dan manfaatkan peluang yang ada. Impian tidak bisa disangka-sangka akan terwujud. Tak luput saya juga mengucapkan terima kasih atas motivasi dan dorogan dari teman-teman serta bimbingan dari kakanda-kakanda. Semoga kita semua mampu menjadi segelintir orang yang bermanfaat dan mampu mengharumkan almamater biru.”, Ujar Dian Astuti.

Jumat, 16 Februari 2018

2 Tim Kader LKIM-PENA Siap Mempresentasikan Karyanya di Ajang ISRF UPI Bandung 2018

Semboyan "Kerja Cerdas" oleh 3 Tim Kader LKIM-Pena di Halaman Depan Universitas Pendidikan Indonesia Bandung

Potret 3 Tim Kader LKIM-Pena di Halaman Depan Universitas Pendidikan Indonesia Bandung

lkimpena.org,- Lembaga Kreativitas Ilmiah Mahasiswa Penelitian dan Penalaran kembali menggandeng kader-kadernya berlaga dalam ajang Nasional Indonesia Student Researcher Festival (ISRF) 2018  di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung, Jawa Barat. Jum'at, (16/02/2018)

Indonesia Student Researcher Festival (ISRF) merupakan sebuah festival kompetisi penulisan paper Karya Tulis Ilmiah berskala Nasional bagi mahasiswa aktif S1/D3 di Perguruan Tinggi se-Universitas yang ada di Indonesia. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengkajian Intelektual Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (LEPPIM UPI) ini dirangkaikan dengan kegiatan seminar nasional, bazar, dan fieldtrip. Adapun tema dari kegiatan ini ialah “Aktualisasi Peran Pemuda dalam Mendukung Nawacita Pendidikan untuk Indonesia Maju dan Berdaya Saing”.

Kurangnya pendidikan karakter di kalangan pelajar usia dini serta tingginya tingkat keprihatinan terhadap kualitas generasi bangsa yang sepatutnya dididik di fase Golden Age ini menjadikan Kasma (Pendidikan Bahasa Inggris/FKIP) selaku Ketua Tim berserta dengan anggotanya, Amsal Adam (Manajemen/FEBIS) dan Nur Azmi (Akuntansi/FEBIS), berinisiatif mengangkat sebuah solusi “Mopeker (Monopoli Pendidikan Karakter) sebagai Media Pembentukan Karakter Usia Dini” . Selain itu, minimnya keterampilan guru dalam menciptakan metode serta media pembelajaran yang tepat untuk pengembangan minat baca huruf hijaiyah pada anak TK/TPA menjadikan Sitti Saenab (Pendidikan Agama Islam/FAI) pun tak mau kalah. Dengan menggandeng kedua anggotanya, Ita Purnamasari Rahman (Pendidikan Biologi/FKIP) dan Uswatun Hasanah (Teknologi Pendidikan/FKIP), ia bersama anggotanya tersebut menorehkan karyanya ”Adzhikiya Hijaiyah sebagai Media Pembelajaran Edukatif dalam Meningkatkan Karakter dan Kemampuan Minat Baca Huruf Hijaiyah pada Anak TK/TPA” dalam ajang bergengsi ini.

Tim yang disebut-sebut sebagai tim Mopeker dan  tim Adzhikiya  ini rupanya telah mampu menyingkirkan perguruan tinggi lainnya hingga menempatkan dirinya duduk di kursi finalis LKTIN ISRF UPI 2018, Bandung. Kabarnya, kedua tim ini akan mempresentasikan hasil karyanya di depan juri pada tanggal 17 Februari 2018 dini hari.

“Harapan kami tentunya ingin memberikan yang terbaik buat Universitas Muhammadiyah Makassar terkhusus lembaga tercinta LKIM-PENA dengan membawa pulang juara, serta apa yang kami gapai mudah-mudahan mampu memotivasi teman-teman yang lain untuk terus berkarya. Semua ini tak lepas dari dukungan dan kontribusi berbagai pihak, saya mengucapkan banyak terima kasih atas itu. Sesungguhnya sukses adalah hak setiap orang sedangkan menjadi lebih bermanfaat dengan kesuksesan adalah pilihan yang istimewa.”, ujar Amsal selaku anggota dari tim Mopeker.

Senin, 05 Februari 2018

Technical Meeting Awal Persiapan Kegiatan Indoor Diklat Ilmiah XII

Suasana pemberian motivasi oleh kakanda Nasrulhaq Syarief 
lkimpena.org-, Jelang pelaksanaan kegiatan Indoor Diklat Ilmiah XII, Lembaga Kreativitas Ilmiah Mahasiswa Penelitian dan Penalaran (LKIM-PENA) Universitas Muhammadiyah Makassar melaksanakan Technical Meeting yang  berlangsung di Pelataran Lantai 2 Gedung Iqra Unismuh Makassar, Senin (05/02/2018).

Agar lebih mendalami prosedur pelaksanaan, Imran, selaku Ketua Panitia Diklat Ilmiah XII menyampaikan kepada seluruh peserta yang hadir sebanyak 129 orang itu mengenai segala persiapan dan kesiapan penyelenggaraan kegiatan indoor yang akan dilaksanakan pada tanggal 12-15 Februari 2018 mendatang. Tingginya antusias peserta juga dapat dilihat dari aktifnya peserta bertanya dalam forum.

Technical Meeting ini dilaksanakan sebagai persiapan teknis bagi para peserta Diklat Ilmiah XII dalam mempersiapkan diri menuju Indoor. Kakanda Nasrulhaq Syarief, S.Sos sebagai salah satu pembicara dalam kegiatan ini memberikan motivasi bagi peserta untuk tetap semangat berproses dan tetap berjalan pada koridor yang telah ditentukan. Melihat para peserta yang memiliki background dari organisasi yang berbeda, dalam sesi tanya-jawabnya, ia menyampaikan tentang pentingnya analisis skala prioritas terhadap manajemen waktu.

“Berproses di LKIM-PENA adalah sebuah petualangan. Intinya tetap semangat berproses karena LKIM-PENA tidak membutuhkan orang-orang yang pintar tetapi LKIM-PENA membutuhkan orang-orang yang mau berproses.” Ujar Imran selaku ketua panitia.

Minggu, 04 Februari 2018

Pembukaan Sekolah Pena Tahun 2018 LKIM-PENA

Suasana sambutan oleh Pembina ayahanda Arief Muchsin, S.Pd., M.Pd LKIM-PENA Periode 2017-2018

lkimpena.org,-Bidang Penelitian dan Penalaran Lembaga Kreativitas Ilmiah Mahasiswa Penelitian dan Penalaran (LKIM-PENA) Unismuh Makassar kembali memberi kesempatan bagi pengurus LKIM-PENA Periode 2017-2018 dalam membekali diri sebagai agent of research melalui Sekolah Pena. Sekolah Pena dibuka secara langsung oleh kakanda Arief Muchsin, S.Pd., M.Pd selaku pembina LKIM-PENA Periode 2017-2018 bertempat di lantai 2 Gedung Iqra B Universitas Muhammadiyah Makassar. Senin, (05/02/2018)

Sekolah Pena (Penelitian dan Penalaran) merupakan program kerja rutin Bidang I, Bidang Penelitian dan Penalaran. Sekolah Pena bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kader dalam bidang penelitian dan penalaran. Selain itu, mengingat salah satu Misi LKIM-PENA yaitu melakukan penelitian yang berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, menjadikan kegiatan ini penting untuk dilaksanakan.

Pada kepengurusan periode 2016/2017 Sekolah Pena terbagi atas tiga tingkatan. Tingkatan pertama dikhususkan untuk Peserta Diklat Ilmiah XI, tingkatan kedua untuk pengurus LKIM-PENA, dan tingkatan ketiga untuk pengurus LKIM-PENA  yang berada pada tingkat akhir perkuliahan. Materi dalam sekolah pena berbeda-beda berdasarkan pada tingkatan dan pematerinya

“Orang-orang yang menulis dan berpikir dengan menggunakan kreatifitas adalah orang yang mempunyai nilai jual yang tinggi. Sedangkan kreatifitas itu sendiri dapat dibangun dengan memperbanyak referensi. Namun tak hanya itu, tantangan yang dirasakan saat ini adalah banyaknya mahasiswa yang kurang menghargai produk lokal yang dalam hal ini adalah karya milik sendiri” Ujar Arief Muchsin, S.Pd., M.





Jumat, 02 Februari 2018

Pengumuman Hasil Tes Wawancara Peserta Diklat Ilmiah XII


Bismillah
Assalamualaikum wr.wb
Salam Ilmiah…!!!

Berdasarkan Tes Wawancara Diklat Ilmiah XII yang diikuti oleh 340 peserta dan yang berhasil lolos mengikuti tahap tersebut sebanyak 235 peserta.

Kami mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang telah dinyatakan lolos pada seleksi Tes Wawancara Peserta Diklat Imiah XII. Bagi peserta yang belum lolos ke tahap selanjutnya, jangan berkecil hati dan tetap semangat memberikan solusi untuk Indonesia, tetap semangat berkarya memberikan kontribusi untuk Indonesia.

Berikut pengumuman peserta yang lulus tes wawancara Diklat Ilmiah XII yang dapat diunduh  DISINI